PERHATIAN !!!

Cerita-cerita yang ada di dalam blog ini adalah hasil karya yang perlu dihargai.. Karena itu jika anda ingin meng-copypaste cerita-cerita ini, harap menyertakan linkback ke blog ini. Terima kasih.

Friday, August 13, 2010

Story By Reader : For You Only "Destiny Love Series" (Part 1)


     Aku sedang berlari dalam hutan.. Menggenggam tangan lembut seorang perempuan.. Siapa dia? Mengapa kami berlari seperti ini? Siapa yang mengejar kami? Aku tidak mengerti!

     Jleb...

     Ah, apa ini? Sakit.. Sesuatu menembus dadaku.. Aku meletakkan tanganku ke dadaku dan merasakan sesuatu yang hangat merembes membasahi pakaianku..

     Jleb.. Jleb.. Jleb...

     Ada yang ditembakkan dari arah belakang.. Lagi.. Dan lagi.. Tenagaku terasa terkuras habis.. Aku mulai mati rasa.. Aku jatuh ke tanah yang dingin.. Tetesan-tetesan air jatuh membasahi wajahku.. Apa ini? Rasanya asin.. Air mata kah? Aku berkonsentasi dan melihat air mata yang jatuh dari wajah perempuan itu.. Aku tidak mengenal siapa dia.. Dan aku juga tak dapat melihat wajahnya.. Bukan hanya sekarang.. Tetapi semenjak tadi.. Satu hal yang kutahu aku tidak ingin melihat air matanya..
     Aku mengangkat tanganku dengan susah payah “Ja.. nga.. n mena..ngis…, _____”
     Aneh.. Aku yakin aku menyebutkan suatu nama.. Tapi apa? Tidak terdengar.
     “______ __________ ___ _______ !! ______ _____, Xui Lei !!”

     Aku membuka mata kaget dan langsung melihat sekeliling. Aku berada di kamarku terbangun dengan tubuh penuh dengan keringat.
     Aku duduk sambil memegang kepalaku “Shit!! Mimpi itu lagi!! Sampai kapan aku harus dihantui mimpi ini?!”
     Itu adalah mimpi yang terus-menerus kudapatkan sejak aku berusia 4 tahun. Jujur saja, aku benci mimpi ini. Karena setiap kali aku bangun darinya, aku pasti akan merindukan seseorang yang aku tidak tahu dan bahkan tidak kumengerti. Sangat menyebalkan!! Apalagi awal mula aku mendapat mimpi ini sangat memalukan.
     Saat berumur 4 tahun, aku pernah pergi bermain dengan teman-temanku tanggal 1 Desember 1994. Saat itu, tiba-tiba saja aku meneteskan air mata. Aku merasakan kehadiran seseorang di dalam hatiku berkata ‘Aku datang’ dan bahagia karenanya.. Lalu aku mulai berkata-kata dalam bahasa yang tidak kupahami dan aku tidak bisa menghentikannya.. Aku menangis lalu langsung kehilangan kesadaran.. Dan mimpi itu muncul untuk pertama kalinya. Setelah itu aku dibawa ke psikiater dan menjadi bahan pembicaraan selama beberapa waktu.
     Mimpi itu menjadi semakin jelas seiring dengan berjalannya tahun. Dulu, semuanya tidak jelas dan tidak ada suara apapun yang terdengar tapi sekarang, aku malah bisa mendengar dua buah kata yaitu Xui Lei, kedengarannya sebuah nama. Aku merasa sangat familiar dengan nama itu.
     Tanpa sengaja aku melihat jam weker yang menunjukkan pukul 10.30 “Gawat!! Hari ini kuliah pagi!!” Lalu segera bersiap-siap.
     Namaku Kouya Takano, umur 19 tahun, tinggi 187,5 cm. Bersekolah di Universitas Kedokteran di London, semester 2. Hidup sebatang kara. Saat aku berusia 11 tahun, ayahku yang merupakan mafia di China dibunuh bersama dengan ibu dan kedua adikku. Aku berhasil lolos karena pingsan setelah ditembak di bahu kananku. Sejak saat itu kehidupanku berubah drastis. Aku melakukan berbagai kejahatan seperti mencuri, mencopet, dan bahkan membunuh untuk makan. China adalah negara yang kacau. Anak-anak sepertiku sudah banyak..
     Saat berusia 14 tahun, aku masuk panti asuhan sebagai pekerja sekaligus anak asuh disana. Aku masuk dengan memalsukan identitasku. Mengganti namaku dengan nama Kouya Takano dan mengaku sebagai campuran (China-Jepang) dengan darah China yang kental dan hidup di China semenjak umur 2 tahun. Diumurku yang ke-17, aku mendapatkan beasiswa prestasi dan berangkat ke London.

     Universitas… Setelah jam kuliah…

     “Dasar guru sialan!” Makiku gusar, “Dia memberiku tugas tambahan membuat skripsi sebanyak 5.000 kata!”
     “Hoi.. Hoi.. Jangan menyalahkan dia.. Kamu sendiri yang telat kan?” Kata temanku Albert, yang duduk didepanku.
     “Diam kau!!” Aku melayangkan tinju ke wajahnya.

     Albert menghindar sambil tertawa dan mengangkat tangannya lalu melakukan gerakan mengunci mulut kemudian diam. Itu melegakan. Aku tidak ingin menghajarnya disaat aku sedang kesal. Bisa-bisa identitasku terbongkar. Satu lagi rahasiaku. Sekarang aku lumayan terkenal di dunia bawah. Akan kujelaskan jika kamu tidak tahu. Dunia bawah dapat disebut juga underworld atau dunia hitam. Ini adalah dunia dimana segala tindakan ilegal dilakukan. Aku memiliki reputasi sebagai pembunuh bayaran disana dengan code name ZhiZhi. Cara untuk mengontakku mudah saja. Cukup dengan mendekatiku dan bercakap-cakap denganku di kuil dekat kampus pukul 05.00 p.m sampai 07.00 p.m.
     Akan kuperlihatkan kalau kamu mau.. Toh, sekarang sudah pukul 04.50 .
     “Aku akan mengambil ‘itu’.” Kataku pada Albert.
     “Ok. Kabari aku nanti di cafe biasa” Jawabnya melambaikan tangan sambil acuh-tak acuh padaku.

     Oh ya, aku lupa mengatakan bahwa Albert adalah rekan sekerjaku. Kami bertemu sebulan setelah aku mulai berada di dunia bawah (selanjutnya akan disebut bawah). Code name-nya ‘Trytoy’ yang katanya nama asal-asalan yang dia pikirkan waktu itu. Pokoknya, semenjak pertemuan kami satu setengah tahun yang lalu, kami sering bertemu saat bekerja dan setelah 3 bulan lamanya dia menawarkan diri untuk menjadi partnerku dan aku menyetujuinya.
     Aku bersandar di dinding depan kuil, merokok dan memikirkan mimpiku tadi pagi.
     “Xui Lei.. Xui Lei.. Rasanya aku kenal nama itu.. Siapa ya?” Pikirku sampai seorang lelaki yang kira-kira berusia 44-48 tahun bersandar di sampingku.
     Ia tersenyum ramah “Sedang menunggu seseorang ya?”
     Aku juga tersenyum “Ya, biasanya dia atau teman-temannya datang sekitar jam begini. Tapi sampai sekarang belum ada yang datang”
     “Repot juga, ya?”
     “Bapak sendiri juga sedang menunggu seseorang?”
     “Tidak, kok. Saya hanya ingin berjalan-jalan disekitar sini."
     “Begitukah? Oh ya, nama saya ZhiZhi. Kalau boleh saya tahu, nama bapak siapa ya?”
     “Panggil saja Yamamoto.. Aku suka warna merah.” Katanya tertawa.
     “Yamamoto-san suka merah, ya? Aku juga suka. Walau rasanya kok tidak nyambung, ya?”
     “Hahahahaha. Kamu anak yang lucu.”
     “Terima kasih, anda juga.”
     Mereka diam sejelak sebelum bapak itu melanjutkan “Apakah kamu tahu Yasuhiro Toba?
     “Aah, politikus terkenal itu ya? Yang katanya orang dengan kemungkinan paling besar untuk menjadi perdana menteri berikutnya”
     “Iya.. Dia hebat bukan? Aku mengaguminya”
     “Dia memang hebat.. Perkembangan karier yang cepat dan idealismenya yang baik sangat disukai masyarakat.”
     “Ya.. Dia memang hebat.. Coba kalau anakku bisa menjadi seperti dia.. Sekarang dia malah pergi merantau dan menelpon hanya setiap sabtu“
     “Wah, repot juga”
     “Begitulah.. Ah, sudah lumayan larut, aku harus pulang.. Kami punya acara di Hotel X pikul 07.30. Hari ini hari ulang tahun anakku. Senang bisa bertemu dan bercakap-cakap denganmu, ZhiZhi. Bagaimana kalau kita bertemu lagi lusa pada jam yang sama?”
     “Ya, tidak masalah” Aku tersenyum padanya dan dia berjalan pergi. Setelah sosoknya menghilang, aku pergi ke cafe tempat kami (Aku dan Albert) biasa nongkrong.
     Albert melambaikan tangan padaku ketika dia melihatku masuk “Sini, Sini!”
     Aku segera duduk dihadapannya “Dapat.”
     “Bagus, katakan padaku”
     Aku berbisik “Targetnya politikus, Yasuhiro Toba. Batas waktu besok. Dia akan pergi ke hotel X besok pukul 07.30 untuk merayakan ulang tahun anaknya.. Merah
     “Urgent and important, huh?”
     “Ya. Dia akan menghubungi kita lagi lusa”
     “Baiklah, aku pergi dulu.. Bye” Dia segera pergi.

     Tak lama kemudian, akupun pulang. Sesanpainya di apartemen, aku langsung tidur. Entah mengapa aku merasa sangat lelah. Dalam tidurku, mimpi itu muncul lagi dan membangunkanku dengan keringat dingin seperti sebelumnya.
     “Lagi-lagi..” Aku terengah-engah. Tiba-tiba saja, seperti ada yang membisikkannya padaku, aku teringat dengan jimat milikku. Aku mencarinya dan mendapatkannya di laci meja. Sebuah kantong kecil bersulamkan naga dan berwarna merah lusuh. Aku membuka kantong kecil itu dan membalikkannya. Jatuh sepasang cincin emas bertatahkan berlian dan rubi. Yang satu besar dan yang satunya kecil. Aku mengambil yang besar dan memasangkannya di jari manisku. Cincin itu melekat pas di jariku seakan-akan memang dibuat untukku. Cincin pasangannya kemungkinan besar adalah cincin untuk wanita. Sebenarnya, benda-benda ini menjadi jimat bagiku karena aku lahir dengan memegang kantong ini. Ini sangatlah berharga bagiku. Tidak pernah terlintas dipikiranku untuk menjual benda ini bahkan saat aku sedang kesusahan dan sampai harus mengotori tanganku.
     “Haaah, entah mengapa aku selalu merasa tenang setiap kali memegang benda ini.. Terasa seperti terhanyut kedalam sesuatu yang indah walau tidak kupahami” Dan aku tertidur sambil memegang benda itu.

     Keesokan harinya tidak ada yang khusus yang terjadi padaku sampai…

     Sekitar pukul 02.00 p.m aku merasakan ketakutan yang amat sangat.. Aku tidak mengerti mengapa aku merasakan ini. Aku hanya sedang makan dengan Albert ketika perasaan ini muncul. Aku gelisah dan juga merasakan keinginan yang kuat untuk pergi ke suatu tempat dan seseorang.. Seseorang yang istimewa. Tapi siapa?
     Perasaan itu terus memberatkan hatiku.. Bahkan makin lama makin kuat.. Perasaan ini tak kunjung hilang walau waktu sudah berlalu 5 jam.
     “Setengah jam lagi target akan bergerak.. Ayo pergi..” Kata Albert melihat jam tangannya.
     “Ya” Lalu aku mengikutinya berjalan keluar dari gedung universitas dengan perasaan yang berat dan sakit.

     Kami mengintai dari atap gedung sebelah timur dari kediamannya. Ketika kami melihat bahwa sebentar lagi target akan bergerak, kami segera turun dan mengikutinya.
     “Kita akan menghabisinya sesaat setelah mereka masuk ke tempat parkir”
     “Ok”

     Kami terus mengikutinya dan memarkir mobil kami sedikit lebih jauh dari hotel X. Ketika mereka masuk ke garasi dan keluar mobil setelah memarkirnya, kami langsung bergerak.
     Politikus itu dilindungi oleh 6 bodyguard bersenjata tapi itu sama sekali bukan masalah bagi kami.
     “Pas sekali.. Bodyguardnya 6 orang. Kita bagi 2.. Aku 3 dan kamu 3.. Kita berlomba siapa yang dapat membunuh target lebih cepat kali ini.. Deal?” Tantangku.
     “Deal!” Kami berjabat tangan sambil nyengir.

To Be Continued...

22 comments:

  1. Wah, lica.. Aku pikir ini kelanjutan kemarin. Ternyata beda lagi ya?
    Love story-nya di mananya ya?? :D
    Jadi serem begini....

    ReplyDelete
  2. memang lanjutannya koq.. Yg As Your Wish kan cerita tentang si cewe, jd yg ini cerita tentang si cowo.. Nanti seri terakhir cerita tentang mereka berdua.. Gitu.. Hehe -n,n-

    ReplyDelete
  3. OOoooww... Jadi ini cerita cinta 2 orang sadis :)

    ReplyDelete
  4. iyaa! Benar sekali.. Pengarangnya suka cerita sadis soalnya.. Wkwkwk!

    ReplyDelete
  5. xui lei...nama yang disbutkan dandipikirkan oleh si cwe dan si cwo...

    xui lei ini sebenernya cwe/ cwo??

    -magician

    ReplyDelete
  6. Hmm, Thriller dan action, Apakah kelanjutannya akan ada kisah cinta? ditunggu,...

    ReplyDelete
  7. uwaaah......>///<
    ternyta lica punya blog yg bgs bru tau q....
    ehehehe. . .
    q ru bca kmrn tpi og yg "my sweet piano girl" gag bsa q bca ea???

    by lucie

    ReplyDelete
  8. thx lucie.. -n,n-
    ohya? Ga bs dibaca ya? Hmm.. Kenapa ya.. Nnt sy cek deh.. :)

    ReplyDelete
  9. oh iya, aku bingung sama yang yamamoto-san bilang:

    ..Hari ini hari ulang tahun anakku. Senang bisa bertemu dan bercakap-cakap denganmu, XhiXhi...

    kok jadi xhixhi? salah nulis atau memang ceritanya si yamamoto-nya salah ngomong?

    -magician

    ReplyDelete
  10. ohya, salah ketik.. harusnya ZhiZhi.. hehe
    thanks ya magician.. -n,n-

    ReplyDelete
  11. hmm.. Kok belum ngepost juga say, lagi sibuk? Apa karena ramadhan..

    ReplyDelete
  12. Sebulan cm 3X posting.. Hehe
    Nanti bakal kehabisan ide soalnya.. Hehe -n,n-v

    ReplyDelete
  13. knp mesti takut kehabisan ide? Justru semakin sering posting akan membuat kamu lebih kreatif memunculkan ide-ide baru. Karena pada dasarnya itu akan melatih kamu. Semakin sering belajar menulis akan semakin lancar menulis. Hal itu bisa jadi modal untuk menjadi penulis handal.
    *halah.. Bahasa yang ruwet.. Semoga kamu mengerti..

    ReplyDelete
  14. Hehe
    Iya deh, nnt sy cb posting sedikit lbh bnyk.. -n,n-
    Thanks atas masukannya ya.. :)

    ReplyDelete
  15. bbrrrrrrr...
    blognya dingin....

    hmm di tunggu part-2nya...

    ReplyDelete
  16. sm-sm..
    iya nih...part 2-nya mana? udh pd ngantre nugguin crtny..ibaratkan crt part 2-nya itu sembako gratis,,hhe

    -magician

    ReplyDelete
  17. Haha. Tggu, besok pasti posting koq.. -n,n-v

    ReplyDelete
  18. yeah!! sekarang!

    -magician

    ReplyDelete